Kamu tau… Ketika kamu merasa sempurna. Merasa hebat dan kamu telah mendapatkan segala yang kamu inginkan tetapi kamu ternyata hanya sendiri. Tidak ada orang yang menemani hidupmu. Segala yang kamu capai menjadi tidak berarti karena kebahagiaanmu belum kamu dapatkan. Kamu hanya bisa membaginya untuk dirimu sendiri..
Kamu lupa bukan banyak cinta dan
kesenangan yang kamu cari dalam hidupmu. Kamu lupa bukanlah kecantikan, ketampanan,
keindahan yang kamu butuhkan untuk melengkapi hidupmu. Tapi seseorang yang
memiliki hati bersih dan tulus yang menerima segala kelebihan dan kekuranganmu.
Yang tidak menuntutmu untuk menjadi seseorang yang bukan dirimu. Yang tak
pernah meminta imbalan apapun. Kecuali berharap kamu mencintai dia setulus
hatimu. Berharap kamu mampu menyadari bahwa cintanya berharga. Tapi kamu akan
melupakan segalanya itu jika kamu tertutupi oleh kepercayaan dirimu yg
berlebihan sehingga menjadikanmu sosok yang sombong dan keegoisanmu yang begitu
besar lalu kamu akan melewatkan kesempatanmu mendapatkan kesempurnaan dalam
hidupmu pada saat kamu meninggalkannya.
Lalu ketika kamu tengah dalam keterpurukan, berada dalam kesendirian dan kesepian ditengah kehidupanmu. Kamu tidak memiliki siapa-siapa. Ketika kamu menginginkan ada ketulusan yang diberikan seseorang padamu. Semua orang yang kamu harapkan menjauh dan tak bisa memberikan ketulusan yang kamu harapkan. Semua orang yang kamu harapkan malah pergi meninggalkanmu disaat kamu membutuhkan mereka. Dan kamu sangat kecewa, lalu kamu akan teringat padanya, pada seseorang yang pernah mencintaimu dengan hatinya yang tulus seperti yang kamu harapkan saat ini.. Lalu kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu padanya. Kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu yang tak pantas padanya. Bagaimana kamu menyia-nyiakan hidupnya, waktunya dan cintanya. Bagaimana kamu membuatnya jatuh didalam kekecewaan dan kesedihan. Bagaimana kamu mendera hatinya yang tulus mencintai kamu dengan luka-luka demi kepuasan hatimu. Bagaimana kamu mencoba membunuh mati perasaanya kepadamu dengan segala perlakuaanmu. Tiba-tiba kamu sangat merindukannya, menginginkan dia ada disampingmu, menemanimu melewati keterpurukanmu, kamu merindukan segala kesabaran yang dia berikan padamu, kamu merindukan saat-saat canda tawa bersamanya dulu. Kamu merindukan perhatian yang selalu ia berikan padamu. Kamu merindukan dia yang selalu menantikanmu. Kamu merindukan dia yang dengan sabar menghadapi sikap-sikapmu. Kamu merindukan dia yang selalu mengalah menggapkan bahwa semua adalah kesalahannya demi ketentraman hatimu. Kamu merindukan dia yang selalu memujamu. Kamu merindukan kasih sayangnya. Bahkan kamu sangat ingin memiliki kasih sayangnya kembali. Kamu sangat sangat ingin memeluknya dengan erat, mendekap dirinya. Segala ketulusan yang ada pada dirinya yang tak akan pernah lagi kamu temukan dalam diri orang lain yang pernah dekat dalam hidupmu.
Lalu ketika kamu tengah dalam keterpurukan, berada dalam kesendirian dan kesepian ditengah kehidupanmu. Kamu tidak memiliki siapa-siapa. Ketika kamu menginginkan ada ketulusan yang diberikan seseorang padamu. Semua orang yang kamu harapkan menjauh dan tak bisa memberikan ketulusan yang kamu harapkan. Semua orang yang kamu harapkan malah pergi meninggalkanmu disaat kamu membutuhkan mereka. Dan kamu sangat kecewa, lalu kamu akan teringat padanya, pada seseorang yang pernah mencintaimu dengan hatinya yang tulus seperti yang kamu harapkan saat ini.. Lalu kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu padanya. Kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu yang tak pantas padanya. Bagaimana kamu menyia-nyiakan hidupnya, waktunya dan cintanya. Bagaimana kamu membuatnya jatuh didalam kekecewaan dan kesedihan. Bagaimana kamu mendera hatinya yang tulus mencintai kamu dengan luka-luka demi kepuasan hatimu. Bagaimana kamu mencoba membunuh mati perasaanya kepadamu dengan segala perlakuaanmu. Tiba-tiba kamu sangat merindukannya, menginginkan dia ada disampingmu, menemanimu melewati keterpurukanmu, kamu merindukan segala kesabaran yang dia berikan padamu, kamu merindukan saat-saat canda tawa bersamanya dulu. Kamu merindukan perhatian yang selalu ia berikan padamu. Kamu merindukan dia yang selalu menantikanmu. Kamu merindukan dia yang dengan sabar menghadapi sikap-sikapmu. Kamu merindukan dia yang selalu mengalah menggapkan bahwa semua adalah kesalahannya demi ketentraman hatimu. Kamu merindukan dia yang selalu memujamu. Kamu merindukan kasih sayangnya. Bahkan kamu sangat ingin memiliki kasih sayangnya kembali. Kamu sangat sangat ingin memeluknya dengan erat, mendekap dirinya. Segala ketulusan yang ada pada dirinya yang tak akan pernah lagi kamu temukan dalam diri orang lain yang pernah dekat dalam hidupmu.
Saat itu, kamu akan menyadari dia
yang telah kamu sia-siakan itu adalah sosok yang kuat, yang selalu berjuang
untuk mu, cintanya, yang mampu menanggung kesedihan dan beban yang kamu berikan
padanya, yang tidak pernah meninggalkanmu walaupun saat itu dia punya seribu
alasan untuk meninggalkanmu. Yang tidak pernah meninggalkanmu yang seringkali
menyakitinya. Yang selalu menjagamu agar tak tersakiti sedikitpun. Yang selalu
memperhatikanmu yang seringkali mengabaikannya. Yang dengan beraninya tetap
mencintai kamu yang selalu membuatnya sedih dengan segala sikap dan
perbuatanmu. Sosok yang menerima segala kekurangan, keegoisan dan kemunafikanmu
dengan hatinya yang terluka. Sosok yang menerima segala perlakuanmu yang acuh
tak acuh terhadap perasaannya dengan kesabarannya. Sosok yg memberimu cinta, senyum,
rasa bangga, hingga air matanya yg mengalir. Semua hanya karena dirimu, Sosok
yang tetap setia padamu yang sering membiarkan dia kesepian. Sosok yang tetap
menginginkanmu,membutuhkanmu yang tidak pernah hadir untuknya dikala kamu
adalah orang yang paling ia butuhkan lebih dari siapapun. Sosok yang selalu
tersenyum walaupun dihatinya telah banyak luka yang kamu berikan padanya. Sosok
yang selalu memaafkanmu yang seringkali mengulangi kesalahan yang sama. Sosok
yang selalu merindukanmu yang seringkali meninggalkannya sendirian. Sosok yg
selalu mengkhawatirkanmu yang sering tak mengabarinya. Dalam keadaan terburuk sekalipun. Dia masih berani menyayangimu. Dia
masih berani memberikan cintanya padamu. “Sosok yang kamu sia-siakan itu adalah
sosok yang mengabaikan kepentingan dirinya dan perasaannya demi menjaga dan menunjukkan
cintanya kepada pasangannya. Yang menjadikan kamu sebagai subjek untuk
dikasihi. bukan sebaliknya..” Jangan
pernah menghitung berapa kali kamu di sakiti dan ditinggalkan dalam kisah
percintaan kamu. tetapi dapatkah kamu menghitung berapa kali kamu menyakitinya,
melukainya tetapi dia tidak pernah meninggalkanmu seperti mereka yang
meninggalkanmu..?
Lalu kamu mengingat semua kata-kata yang pernah ia ucapkan padamu. Kamu mengingat semua ungkapan perasaan cintanya padamu. Kamu mengingat betapa dia memohon untuk tidak kamu tinggalkan. Kamu mengingat betapa dia ingin kamu tetap disampingnya. Kamu mengingat betapa dia tidak ingin kamu pergi darinya. Kamu mengingat betapa dia takut akan kehilanganmu. Kamu mengingat betapa dia giat meyakinkanmu bahwa hanya dia yang mampu menyayangi kamu sampai nanti. Kamu mengingat semua yang telah ia berikan hanya untukmu yang orang lain tak akan mampu berikan padamu. Dan Kamu mengingat betapa dinginnya sikapmu saat itu dan kamu yang seolah tak mau tau bagaimana sedihnya perasaannya saat itu. Kamu mengingat caramu yang selalu membawa dia terbang tinggi dan kamu membiarkannya jatuh seketika. Kamu yang tak tau betapa sakitnya ia dengan perkataan yang kamu ucapkan tanpa memikirkan perasaannya saat itu. Kamu yang tidak menganggapnya di depan orang lain. Dan kamu baru menyadari betapa jahat dan kejamnya kamu terhadapnya. Lalu Kamu mulai berharap, seandainya kamu tetap berada disana. Kamu berharap bisa kembali kesana tetap berada disana di tempat yang seharusnya kamu cintai. Kamu akan sangat sangat merindukan dia ada disampingmu didekatmu. Kamu akan sangat sangat merindukan ketulusan hatinya. Kamu akan sangat sangat merindukan ia yang selalu menyayangimu. Tapi kamu sudah meninggalkannya disaat kamu telah menemukannya. Rasa sesal tak dapat menolongmu. Ya, tak ada yang dapat menolongmu. Kamu tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya meratapi rasa bersalahmu. Kamu tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya menangis menyesalinya. Karena dia sudah pergi dari hidupmu. Dia telah kamu tinggalkan bersama luka yang dalam. Dia telah kamu tinggalkan bersama kepedihan dihatinya dan dia telah kamu tinggalkan bersama ketulusannya mencintaimu walaupun hatinya telah kamu hancurkan. Dia tak dapat kamu temukan lagi dalam hidupmu. Sosok sepertinya tak dapat kamu temukan lagi dalam hidupmu. Sosok sepertinya yang akan terus membayangi hidupmu. Meninggalkan penyesalan mendalam seumur hidupmu karena telah mengabaikan cintanya yang begitu besar. Kasih sayangnya yang begitu tulus padamu. Kamu hanya akan semakin terpuruk karena kamu terlambat menyadari kamu telah menyia-nyiakannya. Seseorang yang sesungguhnya mampu melengkapi hidupmu dengan cinta yang penuh ketulusan. Seseorang yang seharusnya kamu jaga dan cintai sepenuh hatimu. Seseorang yang sudah sepantasnya kamu bahagiakan dengan kesungguhanmu. Setelah semuanya hancur, setelah kata maaf tak lagi berarti. Kamu baru menyadari betapa kamu adalah orang yang paling bodoh didunia ini karena telah menyia-nyiakan dirinya. tidak menghargainya. keceriaannya, senyumnya, tawanya, dan setianya telah kamu hancurkan. Kamu baru menyadari betapa berartinya dia dalam hidupmu. Kamu baru menyadari bahwa sebenarnya dialah sosok yang selama ini kamu butuhkan. Kamu baru menyadari karena cintanyalah yang membuat dirimu seakan sempurna. Kamu baru menyadari bahwa hanya cintanya yang bisa menolongmu dari perihnya sakit hati. Kamu baru menyadari bahwa hanya kasih sayangnya yang bisa melindungimu dari luka hati. Dan selamanya kamu akan merindukan dia yang tak lagi ada disampingmu. Dia yang tak lagi ada mengisi sepanjang waktumu. Dia yang tak lagi bisa kamu gapai, merengkuhnya kembali kesisimu. Dia yang tak akan pernah kembali seperti dia yang dulu. Dia yang selalu menyukaimu, menyayangimu, mencintaimu, sosok yang kamu rindukan tak lagi ada untukmu. Dia tak mampu lagi tersenyum untukmu. setelah kamu terlalu dalam melukainya. Dia kehilangan riangnya untukmu. setelah kamu mengecewakannya terlalu dalam. Dia tak akan kembali sama seperti yang dulu. Dan kamulah yang akhirnya menangis.menyesal seumur hidupmu membayar semua perlakuanmu dulu…
Lalu kamu mengingat semua kata-kata yang pernah ia ucapkan padamu. Kamu mengingat semua ungkapan perasaan cintanya padamu. Kamu mengingat betapa dia memohon untuk tidak kamu tinggalkan. Kamu mengingat betapa dia ingin kamu tetap disampingnya. Kamu mengingat betapa dia tidak ingin kamu pergi darinya. Kamu mengingat betapa dia takut akan kehilanganmu. Kamu mengingat betapa dia giat meyakinkanmu bahwa hanya dia yang mampu menyayangi kamu sampai nanti. Kamu mengingat semua yang telah ia berikan hanya untukmu yang orang lain tak akan mampu berikan padamu. Dan Kamu mengingat betapa dinginnya sikapmu saat itu dan kamu yang seolah tak mau tau bagaimana sedihnya perasaannya saat itu. Kamu mengingat caramu yang selalu membawa dia terbang tinggi dan kamu membiarkannya jatuh seketika. Kamu yang tak tau betapa sakitnya ia dengan perkataan yang kamu ucapkan tanpa memikirkan perasaannya saat itu. Kamu yang tidak menganggapnya di depan orang lain. Dan kamu baru menyadari betapa jahat dan kejamnya kamu terhadapnya. Lalu Kamu mulai berharap, seandainya kamu tetap berada disana. Kamu berharap bisa kembali kesana tetap berada disana di tempat yang seharusnya kamu cintai. Kamu akan sangat sangat merindukan dia ada disampingmu didekatmu. Kamu akan sangat sangat merindukan ketulusan hatinya. Kamu akan sangat sangat merindukan ia yang selalu menyayangimu. Tapi kamu sudah meninggalkannya disaat kamu telah menemukannya. Rasa sesal tak dapat menolongmu. Ya, tak ada yang dapat menolongmu. Kamu tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya meratapi rasa bersalahmu. Kamu tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya menangis menyesalinya. Karena dia sudah pergi dari hidupmu. Dia telah kamu tinggalkan bersama luka yang dalam. Dia telah kamu tinggalkan bersama kepedihan dihatinya dan dia telah kamu tinggalkan bersama ketulusannya mencintaimu walaupun hatinya telah kamu hancurkan. Dia tak dapat kamu temukan lagi dalam hidupmu. Sosok sepertinya tak dapat kamu temukan lagi dalam hidupmu. Sosok sepertinya yang akan terus membayangi hidupmu. Meninggalkan penyesalan mendalam seumur hidupmu karena telah mengabaikan cintanya yang begitu besar. Kasih sayangnya yang begitu tulus padamu. Kamu hanya akan semakin terpuruk karena kamu terlambat menyadari kamu telah menyia-nyiakannya. Seseorang yang sesungguhnya mampu melengkapi hidupmu dengan cinta yang penuh ketulusan. Seseorang yang seharusnya kamu jaga dan cintai sepenuh hatimu. Seseorang yang sudah sepantasnya kamu bahagiakan dengan kesungguhanmu. Setelah semuanya hancur, setelah kata maaf tak lagi berarti. Kamu baru menyadari betapa kamu adalah orang yang paling bodoh didunia ini karena telah menyia-nyiakan dirinya. tidak menghargainya. keceriaannya, senyumnya, tawanya, dan setianya telah kamu hancurkan. Kamu baru menyadari betapa berartinya dia dalam hidupmu. Kamu baru menyadari bahwa sebenarnya dialah sosok yang selama ini kamu butuhkan. Kamu baru menyadari karena cintanyalah yang membuat dirimu seakan sempurna. Kamu baru menyadari bahwa hanya cintanya yang bisa menolongmu dari perihnya sakit hati. Kamu baru menyadari bahwa hanya kasih sayangnya yang bisa melindungimu dari luka hati. Dan selamanya kamu akan merindukan dia yang tak lagi ada disampingmu. Dia yang tak lagi ada mengisi sepanjang waktumu. Dia yang tak lagi bisa kamu gapai, merengkuhnya kembali kesisimu. Dia yang tak akan pernah kembali seperti dia yang dulu. Dia yang selalu menyukaimu, menyayangimu, mencintaimu, sosok yang kamu rindukan tak lagi ada untukmu. Dia tak mampu lagi tersenyum untukmu. setelah kamu terlalu dalam melukainya. Dia kehilangan riangnya untukmu. setelah kamu mengecewakannya terlalu dalam. Dia tak akan kembali sama seperti yang dulu. Dan kamulah yang akhirnya menangis.menyesal seumur hidupmu membayar semua perlakuanmu dulu…


