Cerpen By: Robby Sahrullah
Kisah ini dimulai ketika Papa saya berkelana mencari
cinta yang tulus dan ikhlas pada setiap wanita. Ibarat sebuah dongeng, Papa
saya adalah seorang Pangeran yang mencari
seorang putri pujaan hatinya dengan berbekal sepatu kaca yang indah dan
menawan agar dapat dipakai oleh pujaan hatinya. Tentu pencarian tersebut
tidaklah mudah seperti menjentikkan jemari tangan. Tetapi, perjuangan itu
membutuhkan pengorbanan cinta dan air mata. Walaupun demikian, Papa saya tak
gentar dan pantang menyerah dalam menghadapi rintangan demi rintangan yang
menerpa. Dan jika diibaratkan didalam kehidupan nyata, Papa saya bagaikan
burung yang terbang dengan penuh rasa bingung mencari sang pujaan hati. Karena
jika Papa saya terbang mencari sangkar untuk dihinggapi, maka sangkar tersebut
tak akan bertahan lama dan akan rusak seiring dengan berjalannya waktu. Sama
halnya dengan Papa saya yang menemukan banyak sekali cinta, tetapi bukan cinta
sejati.
Mungkin,
Allah masih ingin Papa saya menjadi pengelana cinta. Jadi, hal itulah yang
membuat Papa saya semakin bersemangat menemukan cinta sejatinya. Karena satu
hal yang Papa saya yakini yaitu : semakin banyak kegagalan yang terjadi,
maka akan membuat kita semakin tegar dan dekat dengan keberhasilan.
Tentunya Papa saya mendapat kegagalantidak hanya sekali, dua kali, maupun tiga
kali, melainkan berkali-kali. Jika tidak ada dorongan cinta dari dalam diri
Papa saya, tentunya Papa saya sudah putus asa, tetapi karena Papa saya
mempunyai cinta yang tulus untuk mencari sosok wanita yang dapat menjadi Ibu
yang baik untuk anak-anaknya kelak.
Papa
saya mulai masuk kedalam dunia percintaan sejak berumur 21 tahun. Usia yang
cukup dewasa dalam menentukan pasangan hidupnya. Dan kisah ini berawal ketika
Papa saya berteman dengan Mama saya. Mereka adalah sahabat sejati yang tidak
bisa dipisahkan, saling menghibur, curhat masala- masalah yang dihadapi baik
masalah pendidikan, keluarga, maupun masalah hati, yang kita kenal dengan
cinta. Diantara Papa dan Mama saya, tidak ada lagi suatu rahasia. Karena,
setiap ada masalah mereka selalu terbuka untuk menyelesaikan masalah yang
menimpa mereka.
Ternyata,
selama itu Mama saya diam-diam mengagumi dan punya perasaan cinta terhadap Papa
saya. Tetapi, Mama saya malu untuk mengungkapkan perasaannya lebih dulu. Jadi,
Mama saya memilih untuk memendam perasaannya itu dan berharap suatu saat nanti
Papa saya tahu bahwa Mama saya sangat cinta kepada Papa saya. Dan seiring
dengan bertambanhya usia. Mama saya selalu berdo’a kepada Allah agar Papa saya
tahu bahwa begitu besarnya cinta Mama saya.
Itu
semua membutuhkan proses dan waktu yang lama. Walaupun demikian, Mama saya
tetap sabar dan yakin bahwa suatu saat nanti, Allah akan memberikan yang
terbaik bagi Mama saya nanti. Dan selama penantian itu, ibu saya telah menjadi
teman yang terbaik bagi ayah saya.
Karena setiap ayah saya suka pada seorang wanita,pasti papa saya
memeinta bantuan kepada mama saya untuk memberikan surat cinta kepada wanita yang papa saya suka
tersebut. Dan dengan hati yang tulus dan ikhlas,mama saya memberikan surat
cintanya papa saya kepada kepada kepada wanita yang papa saya sukai itu.
Dengan mudahnya wanita yang papa saya
sukai itu menjadi pacarnya. Dan itu semua berkat bantuan dari mama saya
tercinta. Wanita ang menjadi pacar papasaya itu, merupakan pacar pertama dari
papa saya. Papa saya dan pacar pertamanya itu saling mencintai satu sama lain.
Jika di ibaratkan, pacar papa saya itu sebagai bunga yang mekar di pagi hari.
Dan papa saya sebagai lebah jantan yang siap menghisap madu cinta dari bunga
tersebut. Tapi hubungan mereka itu tidak di restui oleh orang tua dari pacar
papa saya itu. Mereka tidak mengizinkan papa saya dan pacar pertamanya itu unt
uk bertemu .
Semakin
lama saya smsan sama dia saya semakin merasa
tenang dan bahagia. Ketika kami
bersedih gombalan selalu menjadi alternative terbaik untuk mengembalikan
kegembiraan kami. Jadi itulah alasan kami
untuk saling menggombali satu sama lain. Setiap kami bertemu kami selalu
meluncurkan gombalan maut kami, apa lagi kalau saya gak mau kalah sama dia. “
Adik punya uang dua ribu tidak?” Tanya saya sambil meluncurkan rayuan gombal
saya. “ ada sih kakak memang untuk apa” Tanya dia pura-pura penasaran. “ untuk
memarkir hati saya ke hati adik.” Jawab dengan gombalnya. “ hahaha saya pikir untuk beli permen”
katanya dengan tawa renyah. “ Tapi bolehkan saya memarkir hati saya ke hati
adik” Tanya saya dengan penuh perasaan. “ boleh bangat kakak karena Cuma kakak
yang boleh memarkir hati kakak ke hati saya.” Jawab dia menggombali balik. “
yang benar nih Cuma saya yang boleh memarkir hati saya ke hatinya adik.” Tanya
saya pura-pura penasaran. “ iya benar karena kunci hayi saya adalah hatinya
kakak.” Jawab dia menggombali saya lagi. Saya tentunya tidak mau kalah
sama dia, kemudian saya menggombali dia
lagi. “ Bapak adik tinggal di dermaga ya?” Tanya saya meluncurkan gombalan
lagi. “ kok kakak bisa tahu sih” Tanya dia penuh penassaran. “ karena adik
telah berlayar di hatinya kakak.” Gumam saya dengan penuh kegombalan. “ iya-iya
kalau kakak berlayar di hati saya, tapi kalau kakak terbang di hati saya.”
Katanya menggombali balik. “ hehe kakak piker Cuma kakak saja yang bisa
gombalin adik tapi adik juga bisa gombalin kakak.” Gumam saya dengn senyuman
manis. “ iya dong memmmang Cuma kakak saja yang bisa gombal sama saya saya juga
bisa kok.” Atanya dengan wajah malu.
Walau
pun kami sering menggombali satu sama lain tapi kami tidak pernah merasa
bolulsan dengan gombalan kami tersebut. Karena kami merasa gombalan kami itu
manis semanis coklat. Dan didalam kami menjalin hubungan kami tidak pernah
berpikir untuk berbut hal-hal negatif. Karena kami tahu bahwa didalam kami
menjalin hubungan ada batas-batas yang tidak boleh di lakukan. Karena itu kami
selalu menjaga kehormatan satu sama lain agar hubungan kami tidak hancur dengan
hal-hal negatif, kami juga selalu memberi semangat di dalam belajar, saling
mengingatkan untuk tidak lupa sholat. Dan memeri semangat untuk menjalani hidup.
Di situ pula kami menyempatkan diri untuk meluncurkan gombalan maut agar
pembicaraan kami tidak terlalu tegang. “ adik tahu tidak bedanya adik sama
tawon.” Tanya saya dengan penuh kegombalan. “ gak tahu saya kakak memang apa
bedanya” Tanya dia sambil berpikir. “ kalau tawon itu menghasilkan madu dari
bunga. Kalau adik menghasilkan cinta dari hati kakak.” Jawab saya dengan
gombal. “ kakak bisa saja gombalin saya” katanya dengn muka merah. “ siapa
dulu, kakak gitu loh.” Gumam saya dengan penuh percaya diri. Dengan terus
menggombali satu sama lain hubungn kami semakin erat dan semakin kokoh seperti
mesjid istiqlal. Dengan itu pula kami semakin semangt menjalani hari- hari
dengan senyuman manis semanis gula jawa. Meskipun di dalam menjalin suatu
hubungan pasti ada hal-hal yang tidak di inginkan. Meskipun begitu kami tetap tegar menghadapinya dan
selalu berdoa kepada Allah. Agar kami
selalu di berikan kekuatan dan selalu di
lindungi oleh Allah. Dan Alhamdulillah Allah selalu menjaga dan melimdungi
kami. Karena itu merupakan wujud saying Allah terhadap hamba-hambanya. Jadi
saya ingin berpesan untuk selalu berdoa kepada Alrena Allah satu-satunya tempat
memohon, dan Allah satu-satunya yang
dapat mengabulkan permohonan kita. Satu lagi dari saya jika ada yang ber sedih,
buat lah dia tersenyum. Jika tidak bisa, luncurkan lah ombalan rasa coklat dan
dengan selalu berdoa keoada Allah.
SEKIAN...

