Sabtu, 15 Maret 2014

Satu Hal "Jatuh Cinta Diam-Diam"...



Jatuh cinta diam-diam, hal yang sangat indah tapi nyesek. Indah karena ketika kita menyukai seseorang yang mungkin tak akan terlupakan. Dan nyesek karena ketika kita mencintai seseorang tanpa dia perasaan kita yang sesungguhnya. Jatuh cinta diam-diam itu hanya untuk orang mampu memendam perasaanya dan untuk orang tak egois. Ketika kita jatuh cinta diam-diam biasanya dia selalu tahu segala detail informasi orang yang dia taksir, bertingkah seperti seorang mata-mata, dan yang paling sering adalah pernah menelpon orang yang mereka taksir dan langsung menutup teleponnya kembali.


Konflik terbesar ketika kita mengalami jatuh cinta diam-diam adalah ketika tak berani mengungkapkan perasaan kita yang sesungguhnya, padahal orang yang kita taksir juga menyimpan perasaan yang sama. Sama-sama saling menunggu kode atau ungkapan. Dan akhirnya dia sudah terlalu capek menunggu sehingga dia lebih memilih orang yang lebih dulu mengungkapkan perasaanya… nyesek sangat nyesek bukan?? Dan kemudian muncullah rasa penyesalan. “seandainya dulu saya berani mengungkapkannya,pasti dia sudah jadi milik saya”. Jadi inti permasalahannya adalah, kita terlalu sibuk untuk memperhatikannya dari jauh. Terlalu sibuk untuk sembunyi. Terlalu sibuk untuk memikirkan hal-hal yang buruk yang akan terjadi.
Maka solusinya adalah menyatakannya… buang semua fikiran buruk yang mungkin terjadi. Tak peduli akan mendapatkan respon ataupun tidak. karena pada dasarnya kemungkinan buruk dan baik yang akan terjadi itu imbang, 50% : 50%. jadi kita masih punya 50% kempatan baik. Yang terpenting adalah kita telah menuntaskan satu kewajiban kita sebagai mahluk pencinta tetapi jangan sampai mengumbar cinta. Karena cinta yang sesungguhnya hanya untuk orang-orang yang berkelas. Marilah kawan, katakanlah padanya “aku ingin kamu mengetahui Satu Hal, bahwa aku menyukaimu…”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar