Jatuh cinta diam-diam, hal yang
sangat indah tapi nyesek. Indah karena ketika kita menyukai seseorang yang
mungkin tak akan terlupakan. Dan nyesek karena ketika kita mencintai seseorang
tanpa dia perasaan kita yang sesungguhnya. Jatuh cinta diam-diam itu hanya untuk orang mampu memendam perasaanya dan untuk orang tak egois. Ketika kita jatuh cinta diam-diam
biasanya dia selalu tahu segala detail informasi orang yang dia taksir,
bertingkah seperti seorang mata-mata, dan yang paling sering adalah pernah
menelpon orang yang mereka taksir dan langsung menutup teleponnya kembali.
Konflik terbesar ketika kita
mengalami jatuh cinta diam-diam adalah ketika tak berani mengungkapkan perasaan
kita yang sesungguhnya, padahal orang yang kita taksir juga menyimpan perasaan
yang sama. Sama-sama saling menunggu kode atau ungkapan. Dan akhirnya dia sudah
terlalu capek menunggu sehingga dia lebih memilih orang yang lebih dulu
mengungkapkan perasaanya… nyesek sangat nyesek bukan?? Dan kemudian muncullah
rasa penyesalan. “seandainya dulu saya berani mengungkapkannya,pasti dia sudah
jadi milik saya”. Jadi inti permasalahannya adalah, kita terlalu sibuk untuk
memperhatikannya dari jauh. Terlalu sibuk untuk sembunyi. Terlalu sibuk untuk
memikirkan hal-hal yang buruk yang akan terjadi.
Maka solusinya adalah
menyatakannya… buang semua fikiran buruk yang mungkin terjadi. Tak peduli akan
mendapatkan respon ataupun tidak. karena pada dasarnya kemungkinan buruk dan baik yang akan terjadi itu imbang, 50% : 50%. jadi kita masih punya 50% kempatan baik. Yang terpenting adalah kita telah menuntaskan satu kewajiban kita sebagai mahluk pencinta tetapi
jangan sampai mengumbar cinta. Karena cinta yang sesungguhnya hanya untuk
orang-orang yang berkelas. Marilah kawan, katakanlah padanya “aku ingin kamu
mengetahui Satu Hal, bahwa aku menyukaimu…”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar